TUGAS UAS KECERDASAN BUATAN
“Makalah Ilmiah Populer Penerapan Kecerdasan Buatan pada Klasifikasi Citra ( Image Classification )”

  Oleh :
RISKI PUTRI AUDIA
NIM. J1F113213


KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER
BANJARBARU
2017 



PEMBUKA
Klasifikasi citra merupakan suatu proses pengelompokan seluruh pixel pada suatu citra kedalam dalam kelompok sehingga dapat diinterpretasikan sebagai suatu property yang spesifik (Chein-I Chang dan H.Ren, 2000). Ada dua metode umum dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasikan citraan satelit yaitu klasifikasi takterbimbing dan klasifikasi terbimbing yang berkaitan dengan paendekatan dalam pengenalan pola.
Pada intinya, prinsip klasifikasi yang dilakukan dalam computer pengolahan citra adalah pengelompokan individu atau set pixel untuk mewakili beberapa fitur, kelas atau materi yang plotkan berdasarkan ciri oleh serangkaian (umumnya kecil) dari DNS untuk setiap band yang dimonitor oleh sensor .dan kemudian dianalisis secara statistic untuk menentukan derajat keunikan pixel pixel tersebut terhadap tanggapan spectral objek dan dikelompokkan dalam klaster.
Dalam klasifikasi tidak terbimbing setiap pixel diperbandingkan dengan kluster diskret untuk melihat untuk pixel-pixel mana yang memiliki kemiripan yang tinggi dan dikelompokkan dalam klaster klaster. Kemudian didiperbandingkan dengan kenampakan objek yang sebenarnya bila hasil klaster masih kurang memuaskan, maka perlakuan-perlakuan itu diulangi lagi untuk mencari kombinasi klaster yang lebih sesuai.
Selain system klasifikasi tidak terbimbing, terdapat pula klasifikasi terbimbing yang membutuhkan pengetahuan tentang  kelas kelas( objek-objek ) apa saja yang terdapat dalam target serta lokasinya. Analisis statistic dilakukan pada data multi band untuk masing-masing kelas tersebut akan memperlihatkan cirikhas dari masing masing objek  meskipun adakalanya untuk cluster yang sama memiliki definisi objek yang lebih dari satu. Oleh karena itu perlu dilakukan pencitraan dengan menggunakan lebih dari tiga band yang diharapkan untuk objek yang berbeda akan menunjukan respon yang berbeda (unik) sehingga lebih mudah di klasifikasikan pada kelas mana claster tersebut.



Kecerdasan Buatan Dalam Klasifikasi Citra Untuk Pengenalan Jender Berbasis Tekstur Pada Citra Wajah Foto Digital
Perkembangan teknologi pengolahan citra digital memungkinkan komputer dapat melakukan proses pengenalan jenis obyek di dalam suatu citra, salah satunya adalah sistem pengenalan wajah manusia. Pengenalan jender pada wajah manusia adalah bagian metode biometrik untuk mengidentifikasi individu dengan mengambil fitur wajah. Secara alami manusia memiliki kemampuan untuk mengetahui identitas seseorang hanya dari wajahnya, bahkan manusia setelah mengalami interaksi yang intensif mampu mengenali begitu banyak wajah (Angkoso, 2011).
Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja mesin klasifikasi memisahkan jender seseorang berdasarkan fitur tekstur wajah, sehingga cropping wajah untuk memisahkan bagian wajah dengan wilayah rambut dan bagian selain wajah diperlukan. Pada percobaan didapatkan ukuran masing-masing foto adalah (260px, 360px) adapun koordinat universal untuk border cropping pada masing-masing wajah adalah pada koordinat (52,139) dan (174, 161) (Angkoso, 2011).
Tujuan akhir semuanya ini adalah untuk memudahkan pekerjaan manusia khususnya dalam hal pengidentifikasian berbagai macam identitas obyek. Secara alamiah, wajah merupakan identitas utama yang digunakan manusia untuk mengenali seseorang, hal inilah yang kemudian menginspirasi begitu banyak penelitian pengenalan identitas seseorang berdasarkan hanya pada wajahnya saja. Penelitian bidang biometrik yang termasuk didalamnya adalah penentuan identitas dari suatu individu berdasarkan bagian tubuh ataupun prilaku spesifik dari obyek individu telah berkembang dengan pesat dan terus menjadi salah satu bidang peneilitian yang menarik untuk dikembangkan. Penentuan jenis jender pada citra foto digital merupakan salah satu bagian penelitian bidang biometrik ini (Angkoso, 2011).



Kecerdasan Buatan Dalam Klasifikasi Citra Untuk Pengenalan Pola Wajah Menggunakan Webcam Untuk Absensi Dengan Metode Wavelet
 
Sistem absensi pengenelan pola wajah dibuat dengan memanfaatkan metode Wavelet serta menggunakan input berupa web-camera sehingga proses pengidentifikasian wajah dapat dilakukan secara real-time. Proses pengidentifikasian wajah dimulai dari input citra dari web-camera, mengkonvolusi citra tersebut dengan kernel, menentukan lokasi titik ciri, dan sampai proses pengidentifikasian dengan menghitung kesamaan global antara wajah yang diuji dengan citra wajah yang ada pada referensi. Pencocokan wajah dilakukan dengan metode pengenalan wajah Gabor Wavelet, tujuan digunakannya metode Gabor Wavelet adalah untuk memunculkan ciri-ciri khusus dari citra wajah (Dahria, 2013).
Proses pengolahan citra wajah menggunakan gabor secara teknis memiliki relevansi biologis karena sebuah ciri biologi dapat memberikan informasi yang unik berkaitan identifikasi masing-masing individu. Proses yang berlangsung dalam bidang frekuensi mempengaruhi kecepatan proses yang terjadi, baik dalam proses gambar maupun saat proses konvolusi. Tujuan utama dari Gabor Wavelet untuk memunculkan ciri-ciri khusus dari gambar yang telah dikonvolusi terhadap kernel (Dahria, 2013).         
Umumnya sistem absensi karyawan pada kantor dilakukan dengan mengisi buku absen atau yang lebih maju lagi dengan menggunakan mesin absensi. Mesin absensi menggunakan kartu tempat mencetak tanggal, jam masuk dan jam pulang. Segi keamanan sistem ini mempunyai banyak kelemahan, antara lain adalah absen karyawan bisa dititipkan oleh karyawan lainnya (absen fiktif). Hal ini tentu berakibat kerugian bagi perusahaan, karena karyawan tersebut tidak masuk kerja tetapi tetap diberi gaji. Untuk mencegah hal tersebut perlu dibuat sistem absensi karyawan yang tidak mungkin dilakukan manipulasi absen atau absen fiktif. Sistem pengenalan wajah merupakan sebuah solusi yang efektif, dimana sistem harus meng-capture wajah karyawan untuk proses absensi (Dahria, 2013).


Kecerdasan Buatan Dalam Klasifikasi Citra Untuk Batik Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Berdasarkan Gray Level Co-Occurrence Matrices (GLCM)
Pelestarian Batik dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara melestarikan pola-pola batik yang sangat  beragam  di  Indonesia.  Batik  merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya internasional pada tanggal 2 Oktober 2009. Untuk melestarikan batik sebagai salah satu warisan budaya dunia dapat dilakukan melalui pengenalan pola batik di Indonesia (Harjoko, 2014).
Salah satu permasalahan dalam bidang pengenalan  pola  adalah klasifikasi  citra  ke  dalam kelas tertentu. Batik dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk motifnya yaitu motif geometri, motif non geometri dan motif khusus. Motif Citra batik yang sangat beragam menyulitkan dalam pengenalan setiap pola  citra  batik.  Tujuan  klasifikasi  batik  adalah membagi  citra  batik  ke  dalam kelas-kelas  motif  sesuai dengan  pola  motifnya sehingga  mudah  untuk  dikenali sesuai dengan cirinya. Dengan menggunakan algoritma backpropagatian pada jaringan syaraf tiruan diperoleh hasil untuk kemampuan jaringan syaraf mengklasifikasi citra batik dalam 2 buah kelas non geometri dan geometri (Harjoko, 2014).
Tujuan klasifikasi batik adalah membagi citra batik ke dalam kelas-kelas motif sesuai dengan pola motifnya sehingga mudah untuk dikenali sesuai dengan cirinya. Ekstraksi ciri merupakan salah satu proses awal yang penting dalam melakukan klasifikasi citra dalam pengenalan pola. Citra batik yang terklasifikasi dengan baik  akan memberikan informasi yang citra batik yang dapat digunakan untuk pelestarian motif batik. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah klasifikasi citra batik berdasarkan tekstur gray level co occurrence metricesmotif citra batik dengan metode jaringan syaraf tiruan (Harjoko, 2014).

KOMENTAR
Wajah merupakan identitas utama untuk manusia mengenali seseorang. Klasifikasi citra di jaman sekarang sangat membantu dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah dalam membedakan jender. Klasifikasi citra membantu memudahkan pekerjaan manusia. Dengan menerapkan kecerdasan buatan klasfikasi citra, menggunakan teknologi komputer dapat melakukan proses pengenalan jenis obyek di dalam suatu citra, salah satunya adalah sistem pengenalan wajah manusia.
Di jaman modern saat ini, perkembangan teknologi pun juga semakin canggih. Contohnya dalam masalah absensi di sebuah kantor. Jika dulu hanya manual berkembang menjadi mesin absensi menggunakan kartu, kini supaya lebih akurat maka absensi sekarang dilakukan dengan meng-capture muka pegawai itu tersebut. Sehingga kecurangan yang terjadi berkurang. Dan tidak ada lagi pegawai yang tidak masuk kerja tetapi absensi nya tidak kosong. Ini sangat bermanfaat bagi sebuah kantor.
Batik merupakan kekayan Indonesia yang sudah mendunia. Terdapat berbagai macam motif batik yang ada di Indonesia. Kain batik itu sendiri bukan terkenal hanya di dalam negeri tapi sampai ke mancanegara. Dengan penerapan klasifikasi citra maka mampu memudahkan untuk mengenali motif batik serta bermanfaat untuk memberikan informasi.  

KESIMPULAN
Penerapan klasifikasi citra di jaman sekarang ini sudah berkembang pesat. Berbagai macam penerapan klasifaki citra sudah dilakukan. Dengan teknologi dan penerapan kecerdasan buatan dapat membantu memberikan informasi yang dibutuhkan secara cepat dan mudah. Klasifikasi citra memberikan informasi yang bebentuk visual sehingga lebih menarik dan lebih akurat.
Dalam kehidupan sehari-hari klasifikasi citra memudahkan pekerjaan  manusia. Klasifikasi citra sebenarnya akrab dikalangan masyrakat, namun kehadirannya belum cukup di rasakan atau belum disadari. Contohnya dalam absensi yang membaca wajah bukan hanya sidik jari saja. Sehingga hasil lebih akurat dan lebih terpercaya.
Klasifkasi citra dapat di terapkan di berbagai bidang. Misalnya dalam bidang kedokteran. Yang mana dapat dilakukan para dokter dalam mendeteksi penyakit yang di alami oleh pasien. Dan masih banyak lagi bidang yang dapat diterapkan dalam klasifikasi citra itu tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Angkoso, Cucun Very. 2011. Pengenalan Jender Berbasis Tekstur Pada Citra Wajah Foto Digital. Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo: Madura. ISSN: 2089‐1121
Dahria, Muhammad. 2013. Pengenalan Pola Wajah Menggunakan Webcam Untuk Absensi Dengan Metode Wavelet. Program Studi Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma: Medan. ISSN : 1978-660
Harjoko, Agus. 2014. Klasifikasi Citra Batik Menggunakan Jaringan  Syaraf Tiruan      Berdasarkan Gray Level Co-Occurrence Matrices (GLCM). Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika Instrumentasi Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta. ISSN: 1907 -5022
Putu, Dewa. 2011. Klasifikasi Citra.
Diakses pada 13 Juni 2017.

Komentar